Analisis Data Penelitian Metode Campuran

ANALISIS DATA PENELITIAN METODE CAMPURAN

Umar Fauzan, Dosen,  Samarinda

umarfauzan@yahoo.com

Prosedur analisis data Penelitian Metode Campuran berhubungan dengan analisis data konkuren (Desain Triangulasi dan Embedded) dan analisis data sekuensial (Desain Explanatory, Eksploratory, dan Embedded). Dalam pendekatan konkuren, analisis data kuantitaf dan kualitatif dilakukan secara terpisah, tetapi dalam pendekatan sekuensial analisis data pada tahap pertama digunakan sebagai pemandu dalam pengumpulan data pada tahap kedua.

Analisis Data Konkuren

Pedoman analisis data Penelitian Metode Campuran konkuren dijelaskan sebagai berikut:

  • Prosedur nya menggunakan analisis data yang terpisah (Tahap 1) baik untuk data kualitatif maupun kuantitatif. Pengkodean, pengembangan tema, dan hubungan antar tema, digunakan analisis deskriptif dan inferensial bagi analisis kuantitatif.
  • Pada tahap 2, dalam desain Triangulasi, peneliti menggabung dua set data, suatu gambaran yang utuh dikembangkan dengan data ini, dan dalam desain Embedded, set data yang mendukung dapat menguatkan atau mengurangi set data utama.
  • Berdasarkan hasil penggabungan data, peneliti dapat menjawab rumusan masalah Penelitian Metode Campuran dalam desain Triangulasi dan Embedded melalui pengumpulan data konkuren.
  • Dua teknik untuk menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif, yaitu: Ubah satu jenis data menjadi setdata kualitatif atau kuantitatif yang sebanding dan kemudian bandingkan set data, atau bandingkan data tanpa adanya perubahan melalui pembahasan (Diskusi) atau Matriks.

 

Validasi Data dalam Desain Penelitian Metode Campuran

Isu umum mengenai validitas dalam Penelitian Metode Campuran adalah:

  • Validitas, dalam Penelitian Metode Campuran, didefinisikan sebagai kemampuan peneliti menyimpulkan secara bermakna dan akurat semua data dalam penelitian. Definisi ini mengungkapkan ide “kualitas inferen” sebagai keakuratan peneliti menyimpulkan penelitian secara induktif dan deduktif (Tashakkori & Teddlie, 2003a).
  • Validitas perlu dibahas dari sudut Penelitian Metode Campuran.

Pada Desain Triangulasi, validitas berarti ketika peneliti menyimpulkan dari set data yang berbeda yang memberikan hasil lebih baik dari pada set data yang ada. Hal ini bisa disebut dengan “validitas konsekuensialsi” (Creswell,2004) atau “validitas triangulasi”. Pada Desain Embedded, validitas berarti ketika tahap kedua kualitatif  membentuk prediktor yang signifikan dari pada pembandingan kelompok biasa.

  • Validitas juga dikembangkan ketika peneliti membahas potensi ancaman validitas yang timbul selama pengumpulan data dan analisis data.

 

Sumber:

Creswell, John W. and Vicki L. Plano Clark (2008). Designing and conducting Mixed Methods Research. London : Sage Publications.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: