Yusril Mengancam Bungkam

Akan Penuhi Panggilan Kedua Kejagung

JAKARTA – Mantan Menkeh dan HAM yang kini tersangka kasus korupsi biaya akses Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum) Yusril Ihza Mahendra berjanji datang memenuhi panggilan kedua penyidik Kejaksaan Agung, Senin ini (12/7). Namun dia belum pasti menjawab semua pertanyaan yang diajukan penyidik.
”Menjawab atau tidak (pertanyaan penyidik, Red) itu sepenuhnya hak saya,” katanya saat dihubungi kemarin (11/7).
Yusril menerangkan, jika dirinya diperiksa sebagai saksi, maka dia akan menjawab. ”Itu wajib,” tegasnya. Namun jika dirinya diperiksa sebagai tersangka, maka belum tentu dirinya akan menjawab pertanyaan penyidik.
Menurutnya, berdasarkan KUHAP, seorang tersangka berhak untuk tidak menjawab pertanyaan penyidik. Dirinya pun mempersilakan penyidik untuk menuangkan sikap bungkamnya ke berita acara pemeriksaan (BAP).
Seperti yang diketahui, hari adalah panggilan kedua tersangka Sisminbakum Yusril Ihza Mahendra dan Hartono Tanoesoedibjo oleh penyidik Kejaksaan Agung. Dalam pemanggilan pertama pada Kamis (1/7) lalu, Yusril datang memenuhi panggilan, namun dirinya menolak untuk diperiksa. Sedangkan Hartono tidak memenuhi panggilan tersebut.
Suami Rika Tolentino Kato itu mengatakan bahwa kedatangannya itu adalah bentuk kooperatif dan penghormatan kepada institusi Kejaksaan Agung. ”Walau saya berpendapat Jaksa Agung ilegal dan semua kebijakannya tidak sah,” kata Yusril.
Yusril pun meminta agar institusi kejaksaan juga harus menghormati konstitusional dirinya untuk berpendapat seperti itu. Nah, tentang pelaporannya terkait jabatan Jaksa Agung Hendarman Supandji yang dianggap tidak sah ke Mahkamah Konstitusi, Yusril mendesak agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan kuasa hukumnya kepada Hendarman. ”Kalau presiden tidak berkenan hadir, biar Hendarman yang datang. Biar kami bisa debat terbuka,” ucapnya ketus.
Bagaimana jika anda langsung ditahan? ”Mereka memang punya kewenangan dan hak subjektif itu,” jawabnya. Menurut KUHAP, lanjut Yusril, seseorang bisa ditahan karena beberapa pertimbangan. Yakni melarikan diri, menghilangkan barang bukti, mengurangi perbuatannya dan perkaranya diancam dengan hukuman diatas lima tahun.
”Kalau saya tidak akan mungkin melakukan hal-hal itu,” ucapnya. Jika melarikan diri, Yusril mengaku tidak mungkin. ”Hampir semua orang kenal saya. Tiga kali saya jadi menteri dan guru besar hukum. Mustahil saya lari,” katanya dengan nada tegas.
Jika dianggap akan menghilangkan barang bukti, Yusril juga membantah. Menurutnya semua barang bukti kasus Sisminbakum ada di Kemenkum HAM dan sudah berada di tangan Kejaksaan Agung. Nah, jika dianggap mengulangi perbuatan, Yusril beralasan dirinya sudah bukan lagi Menteri Kehakiman lagi.
Dia meminta agar Kejaksaan Agung harus mempertimbangkan hak subjektifnya untuk menahan seseorang dengan alasan-alasan yang diajukan itu. ”Saya harap kejaksaan mempertimbangkan kondisi objektifnya agar tidak sewenang-wenang,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kejaksaan Agung Didiek Darmanto mengatakan hingga kini pihaknya masih menelusuri kemungkinan terjadinya kebocoran informasi pencekalan Hartono Tanoe. Kebocoran itulah yang menyebabkan adik pengusaha Harry Tanoesoedibjo tersebut melarikan diri ke luar negeri, sehari tepat sebelum surat pencekalannya keluar pada tanggal 25 Juli.
”Ada beberapa tahap yang kami telusuri. Ini harus hati-hati,” katanya kemarin. (11/7). Diantaranya, menelusuri proses pengumpulan barang bukti hingga penetapan tersangka. Kemudian setelah penetapan tersangka hingga proses pencekalan. Selain itu memperlajari proses perizinan Hartono Tanoe untuk pergi ke luar negeri. ”Kan tidak mungkin seseorang pindah dari negara satu ke negara lain (Singapura ke Australia) dengan perizinan hanya satu hari,” terang Didiek. ”Kabarnya Hartono ke Singapura terus langsung ke Australia,” imbuhnya.
Bahkan, kejaksaan akan menelusuri apakah selama proses penerbitan pencekalan ada personil-personil yang melakukan komunikasi ke luar. Terutama ke pihak tersangka yang dicekal. ”Kalau perlu kami akan periksa semua personil yang bersangkutan dengan kasus ini. Tidak hanya kepada personil kejaksaan, tapi semua instansi terkait kami bisa lakukan itu,” terangnya. (kuh/jpnn)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: