JENIS-JENIS MORFEM

  1. Morfem Akar (Root)

Akar (root) merupakan istilah untuk menyebut bentuk kata yang tidak dapat dibagi lagi, tidak dapat dianalisa lagi, tidak ada penambahan imbuhan lagi. Akar ini selalu ada, meskipun dalam bentuk berbagai macam modifikasi sebuah leksem. Contoh; walk, adalah akar, dapat muncul berupa bentuk-bentuk kata, seperti: walks, walking, walked.

Bentuk kata yang mewakili morfem yang sama belum tentu memiliki akar morfem yang sama., misalnya: bentuk kata good dan better merupakan leksem yang sama GOOD, tetapi hanya good yang secara fonetik yang sama dengan GOOD.

Banyak kata yang memiliki akar yang berdiri sendiri. Akar yang bisa berdiri sendiri disebut morfem bebas (free morphem). Contoh morfem bebas:

e.g:    Morfem Bebas:

man         book             tea                       sweet              cook

bet           very              aadvark              pain                walk

Kata-kata diatas adalah morfem bebas yang berdiri sendiri. Morfem bebas pada contoh diatas adalah contoh morfem-morfem leksikal; yaitu: kata benda (nouns), adjektiva (adjectives), verba (verbs), preposisi (preposition), dan adverbia (adverbs). Morfem-morfem tersebut membawa makna dalam ujaran; seperti merujuk kepada seseorang (e.g: Kata benda John, mother), berhubungan dengan sifat (e.g: clever, kind), menggambarkan tindakan atau proses (e.g: verba hit, write, rest) etc, mengungkapkan hubungan (e.g: preposisi in, on, under), menggambarkan kondisi (seperti kindly).

Sedangkan beberapa jenis morfem bebas lainnya merupakan kata fungsi (function word). Tidak seperti morfem leksikal yang membawa makna, kata fungsi (function word) memberi penanda gramatikal atau hubungan dalam kalimat. Contoh kata fungsi adalah:

e.g:    Kata Fungsi

Artikel                 : a, the

Penunjuk            : this that these those

Pronomina         :  I you we they; my your, his, her, who, whom, which, whose, dsb

Konjungtor         : and yet but if however dsb

Membedakan antara morfem leksikal dan gramatikal biasanya melihat kegunaanya dan bisa dilihat langsung. Tetapi ada juga morfem bebas yang bisa menjadi keduanya, contoh : though. Morfem ini menjadi penanda hubungan gramatikal juga memiliki makna semantik.

Hanya akar (root) yang bisa menjadi morfem bebas, tapi tidak semua akar (root) yang berarti morfem bebas. Beberapa akar (root) tidak bisa terlepas dan terikat dengan elemen pembentuk kata yang lain. Akar (root) tersebut disebut dengan morfem terikat (bound morphem), contohnya dibawah ini:

e.g:    a.    -mit          as dalam permit, remit, commit, admit

b.    -ceive       as dalam perceive, receive, conseive

c.     pred-       as dalam predator, predatory, depredate

d.    sed-         as dalam sedan, sedate, sedentary, sediment

Akar terikat –mit, -ceive, pred-, sed- bisa juga muncul dengan pola yang sama untuk de-, re-, -ate, -ment yang berbentuk prefiks atau suffiks. Tidak ada dari akar (root) ini yang mampu berdiri sendiri.

2. Pangkal (Stem)

Pangkal (stems) adalah bagian dari kata sebelum diberi tambahan afiks infleksional.  Lihat contoh;

Pangkal Kata Benda Jamak

Cat                                     -s

Worker                             -s

Dalam bentuk kata cats, sufiks infleksinonal ditambahkan kepada pangkal (stem) cat, yang juga merupakan akar (root). Pada bentuk kata workers, sufiks infleksional (penanda jamak) ditambahkan kepada worker. Worker adalah stem (pangkal), sedangkan work adalah root (akar).

  1. 3. Bentuk Dasar (Base)

Base (bentuk dasar) adalah bentuk yang menjadi dasar dalam proses morfologi, dimana afiks dapat ditambahkan; baik afiks infleksional maupun derivasional. Dengan kata lain bahwa semua root (akar) adalah juga base (bentuk dasar). Identifikasi root, base, stem, dan afiks dibawah ini:

e.g:      faiths                                 frogmarched

Faithfully                          bookshops

Unfaithful                          window-cleaners

Faithfulness                      hardships

Penjelasannya adalah sbb:

e.g:      Afiks Afiks Root Stem Base

Inflesional Derivasiona

-ed                       un-                  faith         faith                faith

-s                          -ful                  frog         forgmarch      frogmarch

-ly                   march      bookshop       frogmarch

-er                   clean        windowcleaner bookshop

-ness               hard        hardship        window-clean

-ship               window                           window-cleaner

hardship

Contoh diatas menunjukkan bahwa sangat mungkin membentuk satu kata dengan menambahkan afiks kepada satu atau dua root (akar). Contoh 2 kata yang berdiri sendiri frog dan march dapat digabung menjadi base (bentuk dasar) atau stem (pangkal), frog-march, dan bahkan juga bisa ditambahi sufiks /-ed/ menjadi frogmarched. Serupa, window dan clean dapat digabung membentuk base, window-clean, sufiks derivasional /-er/ dapat ditambahkan menjadi window-cleaner, sehingga menjadi stem, dan dapat ditambahi sufiks /-s/ menjadi window-cleaners.  Kata yang mengandung lebih dari satu root disebut dengan compound word (kata majemuk).

Sumber: MORPHOLOGY, Francis Katamba

Update: Umar Fauzan, 5 Desember 2010

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: